Pemerintahan Asli Masyarakat Adat: Sebuah Studi Kepemimpinan Adat Di Lembah Timur Ciamis

Telah terbit sebuah karya tulis dari salah satu Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSIL, Subhan Agung, S.IP., M.A. yang saat ini sedang menempuh program Doktor Ilmu Politik di Universitas Padjajaran. Karya tulis tersebut berbentuk buku yang berjudul: Pemerintahan Asli Masyarakat Adat: Sebuah Studi Kepemimpinan Adat di Lembah Timur Ciamis. Buku ini diterbitkan oleh deepublish Yogyakarta.

Dalam web resminya deepublish tertulis sinopsisnya bahwa Karya dengan judul Pemerintahan Asli Masyarakat Adat, Kajian Kepemimpinan Adat di Lembah Timur Ciamis, Jawa Barat ini berusaha menghadirkan rekaman utuh satu kehidupan masyarakat asli Indonesia dalam menegakkan pemerintahan adatnya. Mengapa upaya menegakkan pemerintahan adat menjadi problem dalam kajian buku ini? Karena faktanya pemimpin-pemimpin adat berjuang dalam menegakkan pemerintahan asli tersebut lewat pengelolaan di hampir seluruh lini kehidupan masyarakatnya dengan kondisi yang tidak mudah. Lewat berbagai peran tersebut mereka sebenarnya telah mampu mencukupi kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakatnya, sehingga mampu hidup bahagia dan membentuk komunitas yang mampu memenuhi kesejahteraan dalam hidupnya (welfare community).

Menjalankan kearifan berupa pemerintahan asli tersebut dikatakan tidaklah mudah, karena disadari ataupun tidak, komunitas ini secara hukum terdapat di wilayah kekuasaan Indonesia. Negara seharusnya menempatkan masyarakat tersebut sebagai komunitas unik yang harus dilindungi dan diberdayakan. Namun, bukan pemberdayaan dan perlindungan yang terjadi, tetapi intervensi ataupun eksploitasi. Paling tidak fakta itulah yang selama ini terjadi, fakta ini dikaji lebih komprehensif dalam bagian pendahuluan buku ini.Berbagai masalah selalu muncul ketika kelompok-kelompok masyarakat adat berjuang untuk mengembalikan kedaulatan, kekayaan budaya dan kepemimpinan adat yang lebih aspiratif. Masalah tersebut berkaitan dengan kuatnya ketidakberdayaan sehingga masyarakat adat tidak mampu untuk bangkit secara mandiri. Selain itu masih kuatnya dominasi, dan proses marginalisasi masyarakat adat karena kuatnya kontrol negara, dan rezim kapitalis yang menguasai sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan gerakan sosial yang lebih terorganisir dan masif.

Tidak kalah penting, kalangan akademisi dan praktisi juga perlu melakukan kajian yang mendalam yang secara kritis mengungkakan berbagai liku-liku, kekurangan, harapan dan capaian dari gerakan masyarakat adat untuk menghidupkan kembali pemerintahan, kepemimpinan dan sumberdayanya.Kajian dalam buku karya Subhan Agung ini menjadi salah satu contoh studi yang berusaha menyingkap tentang perjuangan masyarakat adat menghidupkan kembali kearifan lokal dan kepemimpinan dalam masyarakat Adat. Hal yang menarik dari buku ini adalah banyak mengungkapkan tentang perjuangan masyarakat adat di Jawa Barat, sehingga memberikan bukti bahwa masyarakat adat tidak hanya eksis di luar Jawa yang jauh dari pusat kekuasaan Negara, tetapi justru di desa Pulau Jawa. Berbagai literatur memberi kesan bahwa pemerintahan desa di Jawa tidak mengenal adanya organisasi adat yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *