DPO 2 & DPO 3: DARI KOMUNIKASI PUBLIK PEMERINTAH HINGGA KE POLITIK KEAMANAN

Rangkaian diskusi online yang diselenggrakan oleh Jurusan  Ilmu Politik, FISIP UNSIL kembali berlanjut. Setelah DPO pertama, setiap dua pekan jurusan Ilmu Politik mengadakan diskusi publik online dengan menghadirkan tema beragam dan pembicara dari berbagai latar belakang.

DPO seri kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2020 dengan mengambil tema “Komunikasi Publik & Koordinasi Pemerintah di tengah Pandemi”. DPO tersebut menghadirkan 3 narasumber yakni Wijayanto,Ph.D (Direktur LP3S/Dosen FISIP UNDIP), H.Muhammad Habibi,M.Si.,M.Kom (pengamat social engineering), dan Subhan Agung, MA (direktur Harappa Institue/Dosen FISIP UNSIL). Diksusi yang diselenggrakan selama 2 jam tersebut diikuti oleh 101 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, maupun peserta non-akademisi diluar UNSIL dan dimoderatori secara langsung oleh Ketua Jurusan Ilmu Politik,  Wiwi Widyastuti , M.Si.

Dalam DPO seri kedua ini, para pembicara menyoroti bagaimana krisis komunikasi yang terjadi diantara para pejabat pemerintah dan mengakibatkan kebingungan ditengah masyarakat.

Dua pekan berikutnya, di penghujung bulan Juni, pada hari Selasa diskusi kembali digelar (30/6). Diskusi yang dimoderatori oleh Kepala Laboratorium ilmu Politik, FISIP Hendra Gunawan,S.IP.,M.Si ini mengangkat tema “Radikalisme dan Politik di Tengah Pandemi”.

Dr. teguh Anggoro,. S.IP.,M.Sc meninjau security dari sudut pandang politik keamanan. Pembahasan semakin menarik saat Kolilur Rahman, ALh.,S.IP.,M.Si melakukan pemetaan terhadap ideologi yang ada di Indonesia. Menggenapi perspektif yang ada, Akhmad Satori, S.IP.,M. Si selaku akademisi dari FISIP UNSIL menjadi pembicara ketiga.

DPO merupakan program rutin yang dilaksanakan oleh jurusan Ilmu Politik FISIP UNSIL dengan menggandeng para pakar dan praktisi dari berbagai macam latar belakang.

 

 

 

 

 

 

 

Sharing is caring

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.