Universitas Siliwangi yang disalurkan lewat program pengabdian masyarakat berkomitmen untuk mengatasi stunting, sebuah masalah kesehatan yang berdampak serius pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di seluruh dunia. Melalui program-program inovatif dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, kami berusaha untuk mencegah stunting dan memastikan setiap anak memiliki akses ke makanan yang bergizi, perawatan kesehatan yang memadai, serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, (Kamis,13/07/2023).

Berlokasi di Aula kantor kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Menghadirkan beberapa narasumber penting seperti dosen praktisi, tenaga kesehatan, kepala kelurahan beserta stafnya dan masyarakat tamansari.
“Permasalah stunting ini merupakan masalah yang cukup serius karena berkaitan dengan masa depan anak. Data bps menunjukan bahwa pada tahun 2021 angka stunting menujukan angka yang cukup lumayan yaitu di angka 24,4%”. Papar Budi Crismanto Sirait, Ketua PPkm
Stunting, yang ditandai dengan pertumbuhan fisik dan kognitif yang terhambat pada anak-anak, adalah hasil dari gizi buruk dan kekurangan nutrisi penting dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak jangka panjang dari stunting sangat besar, termasuk kecerdasan yang rendah, gangguan kognitif, serta penurunan produktivitas di masa dewasa. Oleh karena itu, kami menganggap penting untuk fokus pada upaya pencegahan stunting demi memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“Stunting ini menjadi salah satu isu nasional. sebetulny, Stunting sudah ada sejak dulu tetapi baru sekarang menjadi masalah nasional yang sedang aktif diselesaikan. Pada kelurahan Tamansari juga sudah sedikitnya ada perubahan yang pada awalnya stunting ada pada angka 56 turun ke angka 50”. Ungkap Iwan Kurniawan, Kepala Kelurahan Tamansari
“Stunting ini jika dikaitkan pada hasil produk adalah produk gagal. Stunting dapat dicegah sejak pada masa kehamilan yang dimana peran utama pencegahan yaitu pada ibu hamil. Beberapa faktot yang mempengaruhi stunting ini diantaranya asupan makanan dan juga keturunan atau genetic”. Jelas Suharsono, Dosen praktisi
Program pencegahan stunting yang kami luncurkan bertujuan untuk:
- Meningkatkan Kesadaran Masyarakat, Kami akan melakukan kampanye edukasi yang luas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nutrisi yang baik, perawatan kesehatan yang adekuat, dan praktik perawatan anak yang optimal.
- Peningkatan Akses ke Makanan Bergizi, Kami akan bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan organisasi mitra untuk meningkatkan akses anak-anak terhadap makanan bergizi, termasuk mempromosikan pemberian ASI eksklusif, mendukung program pangan lokal, dan memberikan suplemen nutrisi yang diperlukan.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat begitu pentingnya pemeriksaan rutin terhadap anak minimal satu bulan sekali
Melalui upaya ini, kami berharap dapat mengurangi angka stunting secara signifikan, memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak, dan membangun generasi yang sehat dan unggul. Kami mengundang semua pihak untuk bergabung dalam perjuangan ini, karena bersama kita dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

