Kegiatan Membangun Desa: Pengembangan Inovasi Lokal melalui Pemberdayaan UMKM

TASIKMALAYA – Pada tanggal 11 Juli 2023 dilaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat program desa mitra di Desa Binangun, Kota Banjar. Kegiatan ini mengusul tema Pengembangan inovasi lokal melalui pemberdayaan UMKM. Sasaran utama dalam pengabdian ini adalah kelompok perempuan dan komunitas. Rangkaian kegiatan merupakan tindaklanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilakukan melalui penggalian potensi salah satunya analisis SWOT untuk mengukur peluang dan tantangan desa dalam mengembangkan UMKM. Berdasarkan pada penggalian potensi desa didapatkan bahwa selama ini salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan UMKM antara lain menjaga konsistensi usaha, pemasaran berbasis digital, membuat branding produk dan melaksanakan laporan keuangan usaha. Oleh karena itu, pemberdayaan desa mitra ini bertujuan untuk menjaga eksistensi UMKM terutama bagi desa Binangun.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari ketua tim pengabdian kepada masyarakat yaitu Wiwi Widiastuti, S.IP., M.Si. Beliau menyampaikan apresiasi atas semangat dan Kerjasama dari kelompok perempuan dalam mengembangkan UMKM desa. Kegiatan ini akan berkelanjutan agar pendampingan kewirausahaan bisa memberikan inovasi dan menjadi kekuatan ekonomi lokal desa. Selanjutnya, kegiatan juga didukung oleh pemerintah desa melalui sambutan dari sekretaris desa yang memiliki komitmen untuk berkerjasama antara perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Setelah pengantar yang disampaikan oleh ketua tim dan sekretaris desa, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Taufik Nurohman, S.IP., M.A, beliau merupakan salah satu pendamping kewirausahaan yang menjelaskan tentang teknik mengembangkan branding pada produk dan pentingnya meningkatkan semangat berwirausaha pada kelompok perempuan. Pendampingan dilakukan melalui praktik dalam melihat beberapa produk UMKM lokal didesa Binangun misalnya dodol dari pepaya dan pengembangan usaha gula semut. Beberapa tantangan dalam pengembangan UMKM misalnya jangkauan pasar, sulit menentukan branding yang unik dan khas, serta promosi yang belum jelas targetnya.

Materi selanjutnya juga disampaikan oleh salah satu assessor kewirausahaan yaitu Fitriyani Yuliawati, S.IP., M.Si. Menurut beliau laporan keuangan menjadi kunci dalam mengukur keberhasilan produk. Sehingga kelompok perempuan yang ingin mengembangkan usaha harus jelas melihat bagaimana perbandingan modal dan keuntungan yang diperoleh. Aplikasi seperti buku warung bisa menjadi peluang dalam melihat keuntungan yang diperoleh dari usaha tersebut. Pada akhir pemaparan setiap peserta diajarkan tentang teknik mengukur keberhasilan usaha dengan laporan keuangan yang jelas dan efisien. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan penyampaian oleh Riska Sarofah, S.IP., M.I.P. yang merupakan tim pengabdian untuk menjaga komitmen dapat melakukan kolaborasi antara universitas dengan desa terutama dalam meningkatkan inovasi yang ada di desa Binangun.

Pada akhir kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari setiap kelompok untuk membuat rencana bisnis dalam mengukut target pasar dan membuat strategi branding produk. Selanjutnya, kegiatan akan terus difollow-up untuk melihat perkembangan inovasi lokal yang ada di desa Binangun (RS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.