Penelitian ini berjudul ”Tinjauan Sosial Budaya dan Politik Masyarakat Adat Kampung Kuta Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam dan memperoleh gambaran secara deskriptif tentang bagaimana konsisi sosial budaya dan politik masyarakat adat Kampung Kuta di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif, dengan teknik pemilihan informan menggunakan Purposive Sampling. Peneliti juga melakukan penelitian dengan teknik Snowball Sampling. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumenter. Metode analisis yang digunakan adalah Model Analisis Interaktif dengan keabsahan data diuji menggunakan Trianggulasi Sumber.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Masyarakat Kampung Kuta merupakan suatu kelompok masyarakat yang masih memegang teguh nilai-nilai adat-istiadat, budaya serta sistem kepercayaannya. Masyarakat yang berada di Desa Karangpaningal Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis itu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-harinya baik dalam hal membangun rumah, pemberlakuan hutan larangan, penghormatan terhadap tempat-tempat keramat dan para leluhurnya serta dalam hal pelaksanaan upacara-upacara adat dan kesenian. Kampung Kuta yang dapat digolongkan sebagai kampung adat ini dihuni oleh masyarakat yang hidup dengan dilandasi oleh kearifan lokal yang memegang teguh nilai-nilai budaya dalam setiap aspek kehidupannya termasuk dalam menjaga kelestarian alam lingkungannya.
Masyarakat Kampung Kuta merupakan suatu pranata sosial yang didalamnya terdiri dari individu-individu yang menpunyai status dan peranannya masing-masing seperti kuncen, ketua adat, para pemangku adat dan warga kampung biasa. Masing-masing individu tersebut berperan sesuai dengan hak dan kewajiban yang diatur melalui nilai-nilai budaya diwarisi secara turun-temurun. Walaupun dengan kondisi demikian nilai-nilai yang berasal dari luar juga tidak serta-merta ditolak misalnya demokrasi. Hal ini terlihat dari seringnya masyarakat Kampung Kuta bermusyawarah yang bertempat di Bale Sawala untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang timbul dan berkembang pada masyarakat Kampung Kuta. Selain itu nilai-nilai Demokrasi juga terlihat dalam hal pemilihan ketua adat yang dipilih secara demokratis.
Penulis: Edi Kusmayadi, Taufik Nurohman, Akhmad Satori, Wiwi Widiastuti
