Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Category: Uncategorized

  • STUDI DIMENSI VALUE INVUSION DAN DECISIONAL AUTHONOMY DALAM INSTITUSIONALISASI KEPARTAIAN PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) KABUPATEN TASIKMALAYA PASCA REFORMASI

    Penelitian ini mengkaji topik tentang Studi Dimensi Value Infusion dan Authonomy dalam Institusionalisasi Kepartaian PPP Kabupaten Tasikmalaya Pasca Reformasi. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian kami sebelumnya yang berfokus dalam studi Dimensi Systemness dan Citra Publik dalam Institusionalisasi Kepartaian PPP Kabupaten Tasikmalaya yang sebelumnya dibiayai oleh LPPM Universitas Siliwangi tahun 2013. Kajian lanjutan ini diilhami dari penelitian sebelumnya yang menyimpulkan bahwa PPP di Kabupaten Tasikmalaya merupakan partai yang mapan, hal-hal yang terkait dengan masalah internal dapat diselesaikan dengan mudah dengan mengacu kepada apa yang menjadi ketentuan dalam peraturan kepartaian (AD/ART). Kedewasaan dan kemapanan tersebut merupakan bentuk nyata selama puluhan tahun PPP eksis dalam perpolitikan nasional, khususnya di Tasikmalaya. Kesulitankesulitan yang didapatkan PPP di tingkat nasional sama sekali tidak terjadi di lokal Tasikmalaya. Citra positif yang muncul di masyarakat dan para konstituen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dibentuk oleh pencitraan-pencitraan penting yakni PPP mendeklarasikan partainya sebagai partai kalangan Nahdiyin, walaupun sesungguhnya tidaklah demikian. Namun strategi tersebut akhirnya berhasil menempatkan PPP sebagai pemenang dalam berbagai perhelatan politik. Namun kelemahan penelitian kami sebelumnya adalah belum secara holistik mengkaji tabel empat sel seperti yang dihadirkan Randall dan Svasand yakni dimensi value infusion dan authonomy sehingga kurang lengkap kajiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, secara decisional authonomy PPP di Kabupaten Tasikmalaya merupakan partai yang mapan, hal-hal yang terkait dengan masalah internal dapat diselesaikan lewat kebijakan yang dibuat dengan berpedoman terhadap peraturan kepartaian (AD/ART). Kedewasaan dan kemapanan tersebut merupakan bentuk nyata selama puluhan tahun PPP eksis dalam perpolitikan nasional, khususnya di Tasikmalaya. Kedua, bahwa penanaman nilai-nilai kepartaian (value infusion) dilakukan melalui pertemuan-pertemuan rutin, pengajian, ajakan ulama yang merupakan figure yang dituakan oleh PPP Kabupaten Tasikmalaya. Dalam praktek politik, Hal ini juga efektif dalam mempengaruhi konstituen di Tasikmalaya. Kemenangan UU Ruzhanul Ulum dalam Pemilukada langsung tahun 2011 menjadi bukti kuat bahwa Orang Pesantren dapat menjadi Orang Nomor Satu di Kabupaten Tasikmalaya dengan PPP sebagai kendaraan politiknya. Gambaran ini menguatkan konsep dan teorinya Randall dan Svasand (2002) yang mengemukakan bahwa semakin intensif dan maksimalnya dimensi-dimensi institusionalisasi dijalankan oleh partai, maka partai tersebut akan semakin mantap dan popular bahkan memudahkan dalam penguasaan ranah publik dan negara. Hal tersebut jelas terbukti dalam gambaran di Kabupaten Tasikmalaya seperti yang telah dijelaskan di atas.

    Kata Kunci : Institusionalisasi Kepartaian, Value Infusion, Authonomy, PPP

    fulltext

  • Studi Dimensi Systemness dan Dimensi Reification dalam Pelembagaan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Tasikmalaya Pasca Reformasi

    Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana institusionalisasi kepartaian yang dilakukan oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Tasikmalaya pasca Reformasi. Penelitian ini dasari dari realitas politik di mana terdapat dominasi yang signifikan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) baik dalam eksekutif maupun legislatif dalam politik lokal di Kabupaten Tasikmalaya. Realitas politik tersebut tentunya bukanlah dicapai dengan sesuatu yang tanpa upaya yang terencana (by design), namun membutuhkan upaya institusionalisasi kepartaian yang memadai dari eli-elit partai tersebut. Penelitian ini akan berusaha mengungkap upaya institusionalisasi tersebut lewat kajian penelitian secara kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini di cover dengan pendekatan ilmu politik institusionalisme. Pendekatan ini memiliki kharakter kajian yang cenderung lebih memperioritaskan dimensi kelembagaan dalam mempengaruhi proses-proses politik dalam field politik tertentu. Sedangkan tekhik analisis menggunakan metode interaktif dan data digali secara mendalam lewat syarat utama pengetahuan informan akan fokus penelitian (purpose methode). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi systemness PPP cukup mapan dengan menjadikan peraturan-peraturan internal partai sebagai pedoman dalam menyelesaikan berbagai problem internal kepartaian. Selama ini PPP cukup berhasil membentuk dan menginternalisasi aturan-aturan tersebut dalam tingkah laku dan sikaf kepartaian. Fungsi-fungsi kepartaian relatif berjalan walaupun belum cukup ideal. Sedangkan tentang Reifikasi kepartaian PPP menggunakan strategi pencitraan lewat pesantren, identifikasi partainya Nahdiyyin, pencitraan lewat lembaga politik dan mencitrakan diri sebagai partainya para ulama. Kedua dimensi tersebut secara akseleratif melahirkan PPP sebagai penguasa politik lokal di Kabupaten Tasikmalaya.

    fulltext

  • Welcome to Flatsome

    Welcome to Flatsome

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat.

  • Just another post with A Gallery

    Just another post with A Gallery

    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. In sed vulputate massa. Fusce ante magna, iaculis ut purus ut, facilisis ultrices nibh. Quisque commodo nunc eget tortor dapibus, et tristique magna convallis. Phasellus egestas nunc eu venenatis vehicula. Phasellus et magna nulla. Proin ante nunc, mollis a lectus ac, volutpat placerat ante. Vestibulum sit amet magna sit amet nunc faucibus mollis. Aliquam vel lacinia purus, id tristique ipsum. Quisque vitae nibh ut libero vulputate ornare quis in risus. Nam sodales justo orci, a bibendum risus tincidunt id. Etiam hendrerit, metus in volutpat tempus, neque libero viverra lorem, ac tristique orci augue eu metus. Aenean elementum nisi vitae justo adipiscing gravida sit amet et risus. Suspendisse dapibus elementum quam, vel semper mi tempus ac.