Senin, 7 November 2022 dilaksanakan kegiatan workshop buku ajar kewirausahaan politik oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Siliwangi. Kegiatan ini diawali dengan acara pembukaan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik yaitu Fitriyani Yuliwati, S.IP., M.Si. Pada kesempatan ini beliau sangat mengapresiasi mahasiswa untuk terus melakukan inovasi dalam kewirausahaan politik. Sesi selanjutnya yang menjadi narasumber adalah seorang akademisi dari Universitas Padjajaran (Firman Manan, S.IP., M.A). Selain sebagai akademisi beliau juga sekarang menjabat sebagai direktur eksekutif Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC). Workshop ini dimoderatori oleh Riska Sarofah, S.IP., M.I.P (Dosen Ilmu Politik Universitas Siliwangi). Pada pengantar sebelum materi beliau menyampaikan pentingnya memberikan gambaran bagaimana cara kerja dalam sebuah kewirausahaan politik. Nantinya cara kerja wirausahapun harus dilakukan secara kolaboratif dan adaptif dalam memahami isu-isu politik yang sedang berkembang
Pada acara workshop ini dilanjutkan dengan pemberian materi oleh narasumber. Beliau berbagi pengalaman dalam menginisiasi dan mengembangkan wirausaha politik sebagai jawaban atas tantangan revolusi industry 4.0 untuk terus melakukan inovasi. Menurutnya Lembaga ini sebagai bentuk dari cara kerja baru dalam politik, yaitu pergeseran dari kerja tradisional-sukarela ke bisnis politik modern (profesionalisme dan komersilisasi). Terdapat banyak dimensi yang dapat dikaji dalam melihat peluang wirausaha politik, diantaranya actor politik, pekerja politik, perubahan politik, perubahan institusional dan instrument kerja politik.
Strategi dalam membangun wirausaha politik diantaranya adalah business acumen, taking risk, leaving comfort zone, thinking out of the box, dan professional. Aktivitas yang dilakukan oleh Lembaga IPRC adalah riset, pendampingan, penerbitan dan pelatihan. Menurut beliau sebagai ketua IPRC banyak tantangan yang dihadapi ketika kita memutuskan untuk terjun dalam kewirausahaan politik. Namun hal ini bisa diantisipasi dengan memiliki kemampuan komunikasi politik, riset dan mampu membaca kebutuhan pasar. Disisi lain Lembaga ini juga diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat secara luas. Pada acara sesi terakhir, beliau juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk berkolaborasi bersama dosen dalam membaca peluang-peluang untuk mengembangkan kewirausahaan politik. (RS).


