Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Category: Covid19

  • Upaya Pencegahan Stunting Pada Anak Untuk Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 Di Kelurahan Tamansari Kota Tasikmalaya

    Upaya Pencegahan Stunting Pada Anak Untuk Mewujudkan Sumber Daya Manusia Yang Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 Di Kelurahan Tamansari Kota Tasikmalaya

    Universitas Siliwangi yang disalurkan lewat program pengabdian masyarakat berkomitmen untuk mengatasi stunting, sebuah masalah kesehatan yang berdampak serius pada pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di seluruh dunia. Melalui program-program inovatif dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, kami berusaha untuk mencegah stunting dan memastikan setiap anak memiliki akses ke makanan yang bergizi, perawatan kesehatan yang memadai, serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, (Kamis,13/07/2023).

    Berlokasi di Aula kantor kelurahan Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Menghadirkan beberapa narasumber penting seperti dosen praktisi, tenaga kesehatan, kepala kelurahan beserta stafnya dan masyarakat tamansari.

    “Permasalah stunting ini merupakan masalah yang cukup serius karena berkaitan dengan masa depan anak. Data bps menunjukan bahwa pada tahun 2021 angka stunting menujukan angka yang cukup lumayan yaitu di angka 24,4%”. Papar Budi Crismanto Sirait, Ketua PPkm

    Stunting, yang ditandai dengan pertumbuhan fisik dan kognitif yang terhambat pada anak-anak, adalah hasil dari gizi buruk dan kekurangan nutrisi penting dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Dampak jangka panjang dari stunting sangat besar, termasuk kecerdasan yang rendah, gangguan kognitif, serta penurunan produktivitas di masa dewasa. Oleh karena itu, kami menganggap penting untuk fokus pada upaya pencegahan stunting demi memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

    “Stunting ini menjadi salah satu isu nasional. sebetulny, Stunting sudah ada sejak dulu tetapi baru sekarang menjadi masalah nasional yang sedang aktif diselesaikan. Pada kelurahan Tamansari juga sudah sedikitnya ada perubahan yang pada awalnya stunting ada pada angka 56 turun ke angka 50”. Ungkap Iwan Kurniawan, Kepala Kelurahan Tamansari

    “Stunting ini jika dikaitkan pada hasil produk adalah produk gagal. Stunting dapat dicegah sejak pada masa kehamilan yang dimana peran utama pencegahan yaitu pada ibu hamil. Beberapa faktot yang mempengaruhi stunting ini diantaranya asupan makanan dan juga keturunan atau genetic”. Jelas Suharsono, Dosen praktisi

    Program pencegahan stunting yang kami luncurkan bertujuan untuk:

    • Meningkatkan Kesadaran Masyarakat, Kami akan melakukan kampanye edukasi yang luas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nutrisi yang baik, perawatan kesehatan yang adekuat, dan praktik perawatan anak yang optimal.
    • Peningkatan Akses ke Makanan Bergizi, Kami akan bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan organisasi mitra untuk meningkatkan akses anak-anak terhadap makanan bergizi, termasuk mempromosikan pemberian ASI eksklusif, mendukung program pangan lokal, dan memberikan suplemen nutrisi yang diperlukan.
    • Meningkatkan kesadaran masyarakat begitu pentingnya pemeriksaan rutin terhadap anak minimal satu bulan sekali

    Melalui upaya ini, kami berharap dapat mengurangi angka stunting secara signifikan, memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak, dan membangun generasi yang sehat dan unggul. Kami mengundang semua pihak untuk bergabung dalam perjuangan ini, karena bersama kita dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

  • Kegiatan Membangun Desa: Pengembangan Inovasi Lokal melalui Pemberdayaan UMKM

    Kegiatan Membangun Desa: Pengembangan Inovasi Lokal melalui Pemberdayaan UMKM

    TASIKMALAYA – Pada tanggal 11 Juli 2023 dilaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat program desa mitra di Desa Binangun, Kota Banjar. Kegiatan ini mengusul tema Pengembangan inovasi lokal melalui pemberdayaan UMKM. Sasaran utama dalam pengabdian ini adalah kelompok perempuan dan komunitas. Rangkaian kegiatan merupakan tindaklanjut dari Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilakukan melalui penggalian potensi salah satunya analisis SWOT untuk mengukur peluang dan tantangan desa dalam mengembangkan UMKM. Berdasarkan pada penggalian potensi desa didapatkan bahwa selama ini salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan UMKM antara lain menjaga konsistensi usaha, pemasaran berbasis digital, membuat branding produk dan melaksanakan laporan keuangan usaha. Oleh karena itu, pemberdayaan desa mitra ini bertujuan untuk menjaga eksistensi UMKM terutama bagi desa Binangun.

    Kegiatan diawali dengan sambutan dari ketua tim pengabdian kepada masyarakat yaitu Wiwi Widiastuti, S.IP., M.Si. Beliau menyampaikan apresiasi atas semangat dan Kerjasama dari kelompok perempuan dalam mengembangkan UMKM desa. Kegiatan ini akan berkelanjutan agar pendampingan kewirausahaan bisa memberikan inovasi dan menjadi kekuatan ekonomi lokal desa. Selanjutnya, kegiatan juga didukung oleh pemerintah desa melalui sambutan dari sekretaris desa yang memiliki komitmen untuk berkerjasama antara perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

    Setelah pengantar yang disampaikan oleh ketua tim dan sekretaris desa, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Taufik Nurohman, S.IP., M.A, beliau merupakan salah satu pendamping kewirausahaan yang menjelaskan tentang teknik mengembangkan branding pada produk dan pentingnya meningkatkan semangat berwirausaha pada kelompok perempuan. Pendampingan dilakukan melalui praktik dalam melihat beberapa produk UMKM lokal didesa Binangun misalnya dodol dari pepaya dan pengembangan usaha gula semut. Beberapa tantangan dalam pengembangan UMKM misalnya jangkauan pasar, sulit menentukan branding yang unik dan khas, serta promosi yang belum jelas targetnya.

    Materi selanjutnya juga disampaikan oleh salah satu assessor kewirausahaan yaitu Fitriyani Yuliawati, S.IP., M.Si. Menurut beliau laporan keuangan menjadi kunci dalam mengukur keberhasilan produk. Sehingga kelompok perempuan yang ingin mengembangkan usaha harus jelas melihat bagaimana perbandingan modal dan keuntungan yang diperoleh. Aplikasi seperti buku warung bisa menjadi peluang dalam melihat keuntungan yang diperoleh dari usaha tersebut. Pada akhir pemaparan setiap peserta diajarkan tentang teknik mengukur keberhasilan usaha dengan laporan keuangan yang jelas dan efisien. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan penyampaian oleh Riska Sarofah, S.IP., M.I.P. yang merupakan tim pengabdian untuk menjaga komitmen dapat melakukan kolaborasi antara universitas dengan desa terutama dalam meningkatkan inovasi yang ada di desa Binangun.

    Pada akhir kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari setiap kelompok untuk membuat rencana bisnis dalam mengukut target pasar dan membuat strategi branding produk. Selanjutnya, kegiatan akan terus difollow-up untuk melihat perkembangan inovasi lokal yang ada di desa Binangun (RS).

  • Penguatan Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Berkelanjutan

    Penguatan Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Berkelanjutan

    TASIKMALAYA – Pada tanggal 13 Juli 2023 dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema pembangunan kepemudaan dalam pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Pagersari, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya melakukan refleksi terhadap peran pemuda dan kontribusinya dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia. Hal ini selaras dengan laporan ketua tim penelitian dan pengabdian yaitu Dr. Alex Abdu Chalik, M.Si, menurut beliau Indonesia sebagai negara agraris perlu menjaga ketahanan pangan yang melimpah demi kesejahteraan masyarakat. Namun sayangnya, kondisi ini tidak sebanding dengan minatnya pemuda di pedesaan untuk bekerja di sektor pertanian. Ketidaktertarikan ini juga disebabkan oleh banyak faktor, misalnya pekerjaan yang cukup melelahkan, penghasilan yang tidak menetap, atau hasil produksi pertanian yang sangat lama dan sering tidak memuaskan. Oleh karena itu, banyak generasi muda yang lebih tertarik untuk memilih bekerja di sektor industri yang berada di perkotaan. Selain itu, menurut beliau kegiatan ini merupakan bagian untuk mengumpulkan data awal dalam penelitian yang lolos dalam hibah bersaing Universitas Siliwangi. Tentunya, rangkaian kegiatan penelitian dan pengabdian bertujuan untuk merumuskan kebijakan ideal dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

    Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Sekretaris Desa Pagersari yaitu Atep Nurhadian, S.Pd.I. beliau menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Pagersari. Menurutnya, kegiatan ini untuk meningkatkan semangat para pemuda dan masyarakat dalam memahami pertanian berkelanjutan. Banyak kegiatan-kegiatan kepemudaan yang perlu didukung dan bersinergi dengan perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

    Kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) dalam menunjang proses awal penelitian. Kegiatan ini dipandu oleh Randi Muchariman, S.IP., M.A. Setiap peserta berperan aktif dalam menyampaikan gagasan tentang kondisi pertanian saat ini dan beberapa tantangan dalam kebijakan pertanian.

    Setelah FGD, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Ujang Rukman, S.P., M.Si (Kepala seksi kelembagaan petani dan badan usaha milik petani, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya). Beliau menyampaikan materi tentang pemberdayaan pengusaha muda pertanian di Indonesia. Masalah kelaparan dan ketahanan pangan perlu menjadi perhatian bersama mengingat masalah kelaparan dan kekurangan gizi masih dihadapi dunia hingga saat ini. Petani muda diharapkan menjadi penerus, penggerak, mandiri, dan mampu bersaing dalam bidang pertanian. Beberapa prinsip pemberdayaan pemuda tani yaitu keswadayaan, pendekatan kelompok, belajar melalui bekerja, sesuai dengan potensi dan kebutuhan, partisipatif dan berkesinambungan.

    Pada sesi dua, dilanjutkan dengan materi dari Sansan Ayip Santosa S.E, MSi
    (fasilitator kewirausahaan pemuda di Disparpora, Kabupaten Tasikmalaya). Beliau menyampaikan materi tentang grand design pembangunan kepemudaan di Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, beliau menyampaikan pentingnya kontribusi untuk bergabung dalam organisasi kepemudaan yang telah dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

    Setelah pemaparan dari seluruh pemateri, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab yang dipandu oleh Riska Sarofah, S.IP., M.I.P. sebagai tim penelitian dan pengabdian. Beberapa peserta sangat aktif untuk memberikan pertanyaan tentang beberapa program desa yang relevan dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.

    Seluruh kegiatan ini merupakan awal dari pelaksanaan penelitian untuk menggali informasi dari masyarakat. Kedepannya dilaksanakan follow up untuk mengumpulkan data penelitian di lapangan. Pada akhirnya hasil penelitian dan pengabdian ini akan memunculkan beberapa rekomendasi pada kebijakan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Tasikmalaya.

  • Penandatanganan Perpanjangan Nota Kesepahaman Kerjasama Kemlu RI dengan PSA

    Penandatanganan Perpanjangan Nota Kesepahaman Kerjasama Kemlu RI dengan PSA

    Rabu, 31 Mei 2023 Ketua Pusat Studi ASEAN (PSA), Dekan FISIP dan Rektor Universitas Siliwangi mengikuti kegiatan penandatanganan perpanjangan nota kesepahaman (MoU) tentang kerjasama Kemlu RI dengan PSA UNSIL. Kegiatan ini dilanjutkan dengan mengikuti konferensi tentang Aspek strategis klasterisasi focus area of studies PSA dalam mendukung kebijakan luar negeri Indonesia dan partisipasi magang bagi peneliti PSA di Ditjen Kerjasama ASEAN Jakarta.